Sunday, December 21, 2008

Untukmu mamaku


Siang itu pulang sekolah aku makan disamping mamaku, beliaulah yang telah melahirkan dan mengurusku dari kecil dengan penuh kasih sayang. Aku memiliki satu adik perempuan yang masih berumur kuranglebih dua tahun. Aku sendiri masih berumur 7 tahun.
Sudah tiga hari ini mamaku terbaring sakit panas tinggi, sementara papaku ada dikota lain sedang mengurus sesuatu. Karena mama sakit kami menginap dirumah nenek.

Wajah mamaku pucat dan lesu tangannya membelai rambutku.
“Sayang, jika mama nanti sudah tidak ada, jangan nakal ya, jaga adikmu ya.., jangan nakal dengan ibu tirimu” kata mamaku yang aku tidak mengerti maksudnya apa.
Hanya menunduk dan terus melanjukan makanku.
Waktu itu aku ingat mama memakai baju hangat berwarna hijau.
Tanpa ada firasat apa-apa, seperti biasa main dengan sepupu dan adikku tidak jauh dari mamaku. Keluarga ku yang lain bergantian mengurus mamaku

Sorenya papaku pulang, aku gembira sekali sudah hampir dua minggu tidak bertemu papaku. Suasana terasa hangat kami terus bercengkrama disamping pembaringan mama, adikku juga ada disana.

Tiada disangka ini adalah sore dan malam terakhir aku bersama mamaku, setelah kedatangan papa, kondisi mama membaik sebentar, namun sekitar jam 11 malam kondisi mama kristis, semua keluarga telah berkumpul, Aku dan adikku sempat diminta mama agar mendekat ke ranjang ditempat mama terbaring, cuma aku saja yang ada disana. Adikku dipisahkan kekamar sebelah tidur.
Ini lah detik detik terakhir aku melihat mamaku, Didepanku, papa, nenek paman dan keluargaku yang lain mama berpulang kerahmatulah.
Mamaku telah pergi, mamaku telah tiada. Innalilahi wa innailaii rajiun.
Allah telah menjemput mamaku disaat aku dan adikku masih kecil.
Kami semua sayang pada mama, mungkin Allah lebih sayang pada mama, Allah tidak ingin mama lama dalam penderitaan sakitnya.

Kini kehidupanku adikku berubah, hidup tanpa orang yang kami sayangi. Jika adiku bertanya tentang mama, kami menghiburnya “mama sedang bobo.. jauuuh sekali nanti juga pulang”
Lama kelamaan adikku mengerti kalau mamanya tak mungkin kembali.

Aku mulai hidup pindah pindah dari satu kota kekota lain, ikut keluarga mamku. Membuatku lebih tegar menghadapi hidup. Aku juga pernah tinggal bersama papa dan mama tiriku, disini aku baru menyadari pesan mamaku siang hari sebelum beliau meninggal. Aku harus jadi anak yang baik dan menjaga adikku satu satunya.

Mama tiriku sangat baik, Allah mengganti mamaku dengan mama yang mengajarkan banyak hal, membaca alquran sehingga sekarang membuatku hafal beberapa juz alquran, Sholat, memasak, mencuci, mengurus rumah, beternak dan bertani. Walaupun aku anak laki-laki tapi di kelas 5 SD aku sudah bisa diandalkan mama tiriku tentang masalah dapur dan rumah.
Pahit kehidupan kulalui, kadang aku harus bekerja sambil sekolah untuk membiaya hidupku. Pekerjaan ini aku bisa membantu sekolah adikku sampai tamat SMA,

Aku tumbuh remaja.
Tapi aku tidak bisa seperti remaja lain yang menghabiskan masa remajanya dengan indah.
Kehidupan keras menempaku, aku pernah tinggal didaerah terminal antarkota, tinggal didaerah pasar. Segala bentuk pergaulan kulalui, tak jarang aku harus berkelahi meghadapi anak anak lain yang akhirnya menjadi sahabat-sahabatku.

Semenjak meninggal ibuku karakterku terbentuk keras, perkelahian dan amarah menjadi kebiasaanku tak jarang papa dan nenek ku harus berurusan dengan orangtua temanku dan dokter, karena korban pukulan, ada beberapa orang yang harus dijahit pelipis dan dagunya. Namun tak jarangpula aku pulang dengan wajah biru dan lebam.

Mama.., Maafkan aku aku tidah bisa menjadi anakmu yang baik. Kehidupan ini begitu keras.

Tahun terus berlalu, keadaan telah merubahku, semakin keras hidup ini. Semakin tegar aku hadapi. Kini kujalani hiduku dengan Islami, mendekatkan diri kepada Allah, kuteruskan hafalan Qur’anku, membuat hidupkan ku lebih tenang.
Aku sadar Allah lah yang telah merencanakan kehidupan untukku, dibalik pahitnya hidupku Allah telah beri banyak kebaiikan untukku, segala keahlian dari mama tiriku, Disiplin, Jiwa persaudaraan di teman teman jalananku, dan nikmat yang lain yang tidak dapat ku hitung satu persatu.
“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan ?” (QS Arrahman : 13)

Namun disetiap moment indah kekeluargaan, seperti Idul fitri, semua orang kembali kekampung halaman untuk silaturahmi dengan mama atau keluarga mereka

Sementara aku hanya tertunduk menangis disini mengenang mamaku,
Dihari ibu ini suasana hatiku kembali kacau ingat mamaku sambil memegang salah satu photo mama ketika menggendongku, istirahatlah mama… doaku selalu untuk mama,
Kehidupanku masih panjang, dan akan kuperjuangkan. Aku kan selalu jaga Adikku untuk mama.

26 comments:

  1. duhh aku jdi sedih baca ceritanya....jadi ingat ibuku juga...beliau juga sudah dipanggil ALLAH 3 minggu setelah aku merid...mdh2an arwah ibu kita diterima disisi ALLAH ya...smoga amal ibadahnya diterima, diampuni dosa2nya...amiin

    ReplyDelete
  2. Amiin.., Semoga doa kita dikabukan Allah
    Terimakasih Mbak Nia

    ReplyDelete
  3. Sering2 lah berkirim doa...krna doa anak yang sholih sangat dinanti beliau....

    btw...itu foto asli ya mas...

    ReplyDelete
  4. Subhanallah Linggo,ceritamu berwarna sekali, :)
    Almh ibumu pasti bangga punya anak spt mu, doamu bagai penerang di alam kuburnya.
    kudoakan smg kelak Linggo jg mempunyai anak yg sholeh spt bapaknya :), amin

    ReplyDelete
  5. Mother's day.....!!!kasih ibu sepanjang masa bagi orang tua diungkapkan lewat usaha / perjuanganya dalam membesarkan dan mendidik sianak menjadi manusia yang taqwa, mandiri dan penuh tanggung jawab baik terhadap dunianya, maupun akhiratnya. "Thx's Mom telah kau jadikan aku orang yang berguna,smoga aku bisa memberikan semua yang terbaik dan yang terindah yang bisa saya berikan".

    ReplyDelete
  6. hiks...hiks...hiks....

    Baca postinganya ampe nangis gini.....

    Ya, bner banget...
    “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan ?”

    maka, sealu bersyukurlah atas apa yang telah kita dapatkan....

    jadi Inget pesen2 Ibu...

    Hiks...hiks.... Sedih banget...

    ReplyDelete
  7. @ Mampir ngombe : Yap itu Photo asli, ketika aku digendong.. beberapa photo beliau ku simpan rapi dalam album. terimakasih ya.

    @ Else : Amiin.., terimakasih doanya, cerita ini akan terukir dalam hidupku.

    @ Li : Selamat hari ibu kembali :)

    @ Kaii19 : Semoga kita bisa jadi anak yang berbakti, amiin

    @ BlaGabloGer : Terimakasih, penggalan cerita perjalanan hidupku ini hanya untuk sekitar berbagi betapa berartinya ibu dalam kehidupan, makasih sobat.

    ReplyDelete
  8. Hiks, sedih banget ceritanya, Mamanya cantik banget ya...liat fotonya kok inget foto2 jadul dikampungku...

    ReplyDelete
  9. Terimakasih.. he..he..he.. Begitulah. kata bibiku (adik mamaku). Mamaku mirip Yati Oktavia.
    hee.he.. he.. Semua ibu cantik kok. :) Hati dan kasih sayangnya memancarkan aura kecantikan.
    Ya..ya. Itu photo hitam putih yang masih kujaga. terimakasih ya.

    ReplyDelete
  10. Ibu adalah pahlawanku. Selamat hari ibu walau sedikit telat, semoga kita bisa merayakannya setiap saat. Bukan hanya tahunan. Salam. Seno.

    ReplyDelete
  11. cerita ini bener2 bikin aku nangis,bikin aku tambah sayang ma ma2h ku! ma2h maafin aku ya selama ini aku banyak salah n sering membuat hati mu resah n gundah,ma2h aku sayang ma2h n pa2h, ya allah aku mhn pd mu panjangkan lah umur kedua orang tua ku,ampunkan lah segala dosa mereka,sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku, dan selamat kan lah mereka dunia dan akhirat....AMIN

    ReplyDelete
  12. @Yolanda, semoga doa mu dikabulkan Allah, Amiin

    ReplyDelete
  13. bagus ceritanya aku bangga punya sifat kasih sayang terhadap orang tua

    ReplyDelete
  14. yaa ampun. .haru bgtz. .
    ak ampe nangiz. .
    ak jd inget mama ku, ak bnyk d0sa ma mamaku. .
    ak sdih bgtz bc crta nie. . .
    mama emg the best,
    mama adlah sgla2nya bwt hdp.

    ReplyDelete
  15. Wah... Ceritamu jadi bwt aq kangen mama...
    Mama adalah kado terbaik dari Tuhan, begitu juga sebaliknya...
    Buatlah mama tersenyum dengan menjadi orang ynag berguna...^^

    ReplyDelete
  16. aku sanggat bersyukur karna aku masih punya mama dan papa yang menyayangiku. I LOVE U MAMA AND PAPA..... aku akan terus berusaha untuk kalian

    ReplyDelete
  17. aku denggan essy sanggat bersyukur karna kami masih punya mama dan papa yang selalu menyayangi kami dengan tulus.....Mama Papa Berry janji suatu saat Berry akan membahagiyakan Mama dan Papa.

    ReplyDelete
  18. eww....
    terlalu mendramatisir ahh,
    gaG sedih,
    hehe..
    but Nice post,keep trying :)

    ReplyDelete
  19. ini ceritanya langsung to the point.. tau2 ibu nya mninggal.. hrus nya ada intro dluww.. biar seru, trus baru sedihnya .. cuma comment kok,, klo gag ada komen sesuatu gag akan bisa bagus .. PEACE ^_<

    ReplyDelete
  20. seddiihh bgdd.........tp ttp semangat mengjear hidup untuk masa dpn yg indah... :D

    ReplyDelete
  21. inilah cerita yang mengharuskan kita berbakti pada orang tua dengan penuh cinta

    ReplyDelete
  22. saya sangat tertarik dengan ulasanmu sob,sangat bagus dan simple tetapi tepat sasan teruslah berbagi info

    salam
    ichsan
    http://computingxxx.blogspot.com/

    ReplyDelete

Automatis Link Go